CARLO ANCELOTTI seakan menjadi garansi prestasi. Di mana ia melatih, klub tersebut berpeluang besar meraih gelar.

Kabar terbaru mengenai kehebatan Ancelotti ialah saat ia berhasil membawa Bayern Muenchen keluar sebagai juara Bundesliga. Kepastian itu didapat saat Bayern mencukur Wolfsburg dengan skor 6-0. Poin yang dikoleksi Bayern sebanyak 73 poin atau unggul 10 poin dari pesaing terdekat, RB Leipzig. Gelar tersebut membuat Die Roten mengoleksi 27 gelar sepanjang perhelatan Bundesliga. Hebatnya lagi, Bayern meraih gelar juara lima kali beruntun.

Kisah kehebatan Ancelotti dimulai saat ia melatih Juventus pada 1999 — 2001. Gelar UEFA Intertoto Cup menjadi bukti sahih kehebatan Ancelotti.

Dua musim bersama Bianconeri, Ancelotti memutuskan untuk hijrah ke AC Milan. Di sinilah ia meraih sukses besar. Dua gelar Gelar Liga Champions (2002 — 2003 dan 2006 — 2007) berhasil direngkuhnya. Selain itu, ia juga sukses mempersembahkan trofi scudetto pada musim 2003 — 2004.

Delapan musim di Milan, Ancelotti melanjutkan petualangannya di Liga Primer Inggris bersama Chelsea. Bersama The Blues, ia menghancurkan dominasi Manchester United dengan merebut gelar Liga Primer Inggris.

Tidak berhenti sampai di situ, Ancelotti juga memberikan gelar juara Ligue 1 kepada Paris Saint Germain (PSG). Ancelotti mampu meramu kekuatan yang ada di Les Parisiens untuk menyegel gelar juara pada 2012 — 2013.

Ancelotti kembali menorehkan tinta emas bersama Real Madrid. Meski urung menyalip Barcelona di La Liga, ia mampu membuat Madrid meraih La Decima di pentas paling elite di benua biru itu.
Kini, bersama Bayern, Ancelotti langsung memberikan gelar Bundesliga. Tidak butuh waktu lama bagi Don Carletto untuk membuat Bayern merayakan gelar kelima beruntun.

Ancelotti juga menorehkan rekor pribadi. Ia merupakan pelatih pertama yang mampu meraih empat gelar liga di empat negara berbeda. Hal itu menandakan ia bisa menjadi pemimpin hebat dari generasi 90an sampai saat ini. Ditopang Pemain Top
Selain mahir meracik strategi, ia juga dikenal bisa menempatkan pemain-pemain yang tepat di setiap posisinya. Maka tak heran, meski klub yang dilatih dihuni banyak pemain bintang, ia tetap bisa mengendalikannya.

Dengan kata lain, ia mampu menahan ego masing-masing pemain top sehingga dibentuk menjadi satu kesatuan tim yang menakutkan.Sejak memulai karier kepelatihan pada pertengahan 90an, ia sudah menukangi pemain-pemain hebat pada masanya. Bahkan, beberapa di antara mereka sudah menjadi pelatih. Sebut saja, Gianfranco Zola (Parma), Didier Deschamps (Juventus), Zinedine Zidane (Juventus), Ronaldo (AC Milan), Paolo Maldini (AC Milan), Jaap Stam (AC Milan), Rui Costa (AC Milan), Andriy Shevchenko (AC Milan), dan Hernan Crespo (AC Milan).


Foto: Ist

Sedangkan pada era 2000an, Ancelotti pernah melatih Kaka (AC Milan), Andrea Pirlo (AC Milan), John Terry (Chelsea), Frank Lampard (Chelsea), Cristiano Ronaldo (Real Madrid), dan Gareth Bale (Real Madrid).

Memang, tidak bisa dipungkiri, keberhasilan Ancelotti tak lepas dari peranan para pemain di atas, tetapi tetap saja, sebagai pemimpin, Ancelotti punya peranan vital.

Gelandang yang Cerdik Meracik Strategi
Ancelotti mengenal sepak bola sejak belia. Posisi gelandang dipilih Ancelotti untuk membela Parma. Ia sempat membantu Parma promosi dari Serie B pada 1979. Lalu, ia sempat membela AS Roma pada musim berikutnya.

Tidak tanggung-tanggung, ia langsung mempersembahkan gelar Serie A dan empat gelar Coppa Italia. Tak disangka-sangka, berkat kepemimpinannya di lapangan tengah, ternyata Ancelotti mampu mengonversikan bakatnya itu saat menjadi juru taktik.

Ancelotti memiliki tipe permainan yang efisien, terstruktur, dan mampu bermain di berbagai posisi. Ia dianggap salah satu gelandang Italia terbaik pada masanya.

Setelah membela tiga tim Italia (Parma, Roma, dan AC Milan), Ancelotti memutuskan pensiun pada 1992. Namun, ia meninggalkan contoh yang baik kepada para penerusnya. Bahkan, ia dianggap sebagai mentor Demetrio Albertini dan Andrea Pirlo di lini tengah.

Hingga akhirnya, ia memulai karier kepelatihan pada 1995 melatih Reggiana. Setelah melatih selama setahun, Ancelotti langsung berpetualang ke tim-tim terbaik Eropa.

Kini, Ancelotti menjadi pelatih yang disegani lantaran prestasi-prestasi yang ia torehkan. Ia juga menjadi pelatih pertama yang memenangi tiga gelar Liga Champions dan mencapai empat kali final Liga Champions. Selain itu, ia juga merupakan pelatih pertama yang memenangkan Piala Dunia Antarklub dengan dua klub Eropa. Tidak heran, ia disebut pelatih paling sukses sepanjang masa. Selamat Don Carletto!

Profil Ancelotti:
Nama: Carlo Ancelotti
Tempat dan Tanggal Lahir: Reggiolo, 10 Juni 1959
Karier junior:
Reggiolo (1973 — 1975)
Parma (1975 — 1976)

Karier senior:
Parma (1976 — 1979)
AS Roma (1979 — 1987)
AC Milan (1987 — 1992)

Karier pelatih:
Reggiana 1995–1996
Parma 1996–1998
Juventus 1999–2001
Milan 2001–2009
Chelsea 2009–2011
Paris Saint-Germain 2011–2013
Real Madrid 2013–2015
Bayern Munich 2016–

Prestasi:
Juventus:
UEFA Intertoto Cup: 1999

Milan:
Serie A: 2003–04
Coppa Italia: 2002–03
Super Coppa Italia: 2004
Liga Champions: 2002–03, 2006–07
Piala Super Spanyol: 2003, 2007
Piala Dunia Antarklub: 2007

Chelsea:
Liga Primer: 2009–10
Piala FA: 2009–10
FA Community Shield: 2009

Paris Saint-Germain:
Ligue 1: 2012–13

Real Madrid
Copa del Rey: 2013 — 14
Liga Champions: 2013 — 14
Piala Super Eropa: 2014
Piala Dunia Antarklub: 2014

Bayern Muenchen:
Bundesliga: 2016–17
DFL-Supercup: 2016

SHARE