Berita bola aktual – Meski sudah pulih sepenuhnya dari cedera yang menghantuinya dalam beberapa bulan terakhir, namun trauma masih hinggap di kepala gelandang Manchester City Ilkay Gundogan.

Midfielder berkaki kaca milik Manchester City itu bahkan dilanda kecemasan kala memainkan laga terbarunya kontra Wolverhampton Wanderers pada Rabu (25/10) lalu.

Di babak 16 besar Piala Liga Inggris tersebut, Gundogan ‘dipaksa’ Pep Guardiola untuk bermain sampai pertandingan usai. Sialnya bagi pemain asal Jerman itu, laga harus berlanjut sampai babak extra time dan adu penalti dalam keadaan ia baru sembuh dari masalah punggung yang didapat saat lawan West Bromwich Albion di kompetisi yang sama.

Gundogan bahkan sampai tidak berani berbuat banyak jelang laga berakhir karena khawatir cederanya kambuh. Mantan pemain Borussia Dortmund itu juga memutuskan untuk tidak ikut dalam adu penalti dalam babak tos-tosan yang berkahir dengan skor 4-1 untuk The Citizens.

“10 menit terakhir laga jadi waktu yang tidak nyaman untukku. Beruntung akhirnya semua baik-baik saja. Tidak ada cedera lagi,” papar Gundogan pada situs resmi Manchester Biru.

“Rasanya benar-benar aneh karena aku yang jarang turun diinstruksikan untuk berada di lapangan selama seratus menit lebih. 110 menit pertama mungkin tidak terlalu masalah, namun 10 menit terakhir rasa kram menyebar ke mana-mana terutama di pangkal paha,”

“Aku juga takut untuk melakukan sprint karena bisa saja ada yang salah setelah itu. Tidak bermaksud untuk membuat rekan-rekanku kesulitan, namun aku memang belum bisa maksimal. Seharusnya aku ikut menendang penalti namun takut semuanya menjadi buruk,” tandas gelandang berusia 27 tahun itu.

Sejak awal kedatangannya ke City pada musim lalu, cedera memang akrab menyapa pemain Jerman berdarah Turki ini. Ia mendarat di Etihad Stadium dalam keadaan cedera dan bahkan harus absen sampai akhir musim akibat cedera lutut parah. Sejauh ini dari delapan kesempatannya merumput, baru laga versus Wolves saja yang ia lakoni dari awal hingga akhir.

SHARE