Tangerang – Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Luis Milla menyatakan bahwa dirinyalah yang harus beradaptasi dengan anak asuhnya sebelum menentukan gaya bermain skuat Garuda Muda.

Ini cukup berbeda dengan Alfred Riedl, pelatih sebelumnya. Para pemain yang harus menyesuaikan gaya dan keinginannya, termasuk menempatkan atau menukar posisi skuatnya dalam suatu tim sesuai pola yang diinginkan. Sementara Milla bersama 3 asistennya Miguel Gandia, Eduardo Perez dan Bima Sakti berusaha memahami pemainnya dengan mengenal lebih dekat guna mengetahui karakter setiap anak didiknya.

“Kami tim pelatih sudah seleksi tahap satu dan memang ingin main cepat tapi saya tegaskan bahwa pelatih harus adaptasi dengan pemain, bukan pemain yang ikut saya. Dalam tiga hari ke depan, saya ingin para pemain seleksi bermain secara tim satu kesatuan dan bekerja sama. Setelah itu baru akan kita tentukan gaya permainan apa yang akan dipilih,” ujar Milla usai memimpin latihan seleksi pemain tahap kedua di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, Selasa (28/2).

Mantan pelatih Real Zaragoza itu menilai masih ada waktu untuk melihat sejauh mana kualitas skuat Garuda U-22 yang akan dipilihnya nanti. Meski demikian, diakui saat ini ia tengah memfokuskan agar anak asuhnya bermain cepat, supaya tak mudah tertinggal dengan lawan-lawannya mendatang.

Setelah mengadakan seleksi tahap pertama untuk Timnas U-22 yang berakhir Kamis (23/2) pekan lalu, Milla kembali memanggil 26 nama untuk menjalani seleksi tahap dua yang dimulai kemarin(28/2) hingga (2/3) mendatang. Dari 26 nama kali ini, 11 diantaranya adalah wajah baru atau baru dipanggil pada seleksi tahap dua. Namun hingga saat ini, Luis Milla mengaku sangat senang dengan perkembangan dan potensi yang dimiliki oleh pemain lokal.

“Sampai saat ini, saya sangat puas dengan pemain yang saya panggil untuk seleksi. Tetapi memungkinkan juga pemain naturalisasi akan dipanggil. Untuk itulah saya akan berbicara dengan federasi PSSI,” ujar dia.

Sebagai pelatih yang ingin mengulang kesuksesannya dalam memberikan gelar juara, ia akan kembali mempelajari kekurangan yang ada pada skuat Timnas U-22 Indonesia saat ini sebelum memutuskan memanggil nama baru. Milla juga masih mempertimbangkan keputusannya untuk menggunakan pemain naturalisasi.

Seleksi tahap dua ini Milla memang masih butuh waktu untuk melihat perkembangan pemain. Tim pelatih akan melihat kebutuhan di lini-lini tertentu. Untuk itulah mereka perlu kembali melihat dan mempelajari karakter calon pemain Timnas U-22, yang akan kembali digelar seleksi tahap ketiga pada 7-9 Maret mendatang. Setelahnya baru akan memutuskan nama-nama yang lolos seleksi dan bergabung di Timnas U-22 Indonesia.

“Pada dasarnya di daftar bukan hanya 25 orang, tetapi cukup banyak yang disodorkan oleh PSSI ditambah hasil pengamatan kami saat mengunjungi beberapa kota. Nanti setelah ada evaluasi tim pelatih, akan ada 25 yang dipanggil untuk ikut training center panjang untuk lebih mengenal pemain, di situ akan dinilai lebih intens,” ungkap Milla.

Untuk keputusan final pemanggilan pemain ke Timnas U-22, Luis Milla menyatakan akan memberikan pengumuman usai seleksi tahap ketiga atau usai final Piala Presiden 2017. Dijelaskan bahwa setiap pemain yang telah dipanggil untuk menjalani seleksi tetap memiliki peluang yang sama untuk bergabung di Skuat Garuda Muda.