London – Kekalahan demi kekalahan membuat Arsenal terpuruk di posisi lima klasemen sementara Premier League. Krisis Arsenal pun semakin dalam ketika Mesut Oezil dan Alex Oxlade-Chamberlain siap keluar musim ini mengikuti jejak Alexis Sanchez.

Telegraph Sport melaporkan, Oezil tidak memberi reaksi atas permintaan Arsenal untuk meneken perpanjangan kontrak dengan gaji £200,000 lebih per pekan. Bahkan seorang temannya di Jerman mengatakan, Oezil ingin keluar dari Emirates.

Kekalahan Asenal dengan agregat 2-10 saat melawan Bayern Muenchen di Liga Champions membuat suporter klub marah besar dan menuntut Arsene Wenger dipecat atau keluar di akhir musim ini. Tetapi masa depan klub bukan satu-satunya masalah yang dihadapi pemilik klub Stan Kroenke dan Kepala Eksekutif, Ivan Gazidis.

Arsenal sudah sangat yakin bahwa Oezil akan menandatangani kontrak baru dan disusul oleh Sanchez. Tetapi Wenger datang dengan pernyataan bahwa jika kedua pemain itu masih bertahan pada sikapnya, mereka akan dijual. Situasi pun semakin buruk.

Walau kontrak Sanchez dan Oezil masih satu tahun lagi atau sampai akhir musim ini, Wenger selalu mengatakan bahwa keputusan selalu diambil Arsenal apakah mereka mau atau tidak.

Pemain lain yang kontraknya akan berakhir 12 bulan lagi adalah Oxlade-Chamberlain. Dia ingin segera keluar dari Arsenal untuk meningkatkan karirnya di tempat lain.

Menurut sumber yang dekat dengan pemain berusia 23 tahun itu mengatakan, dia membutuhkan tantangan baru ketimbang berada di Arsenal. Klub selama ini tidak memberi kesempatan banyak kepada dia untuk bermain regular.

Oxlade-Chamberlain khawatir kareirnya terhambat di Arsenal, karena dia tak diberi kesempatan bermain. Ada banyak klub yang ingin memboyong Oxlade-Chamberlain, termasuk Liverpool, tetapi Arsenal kelihatannya tidak mau melepas dia.

Pemain lain yang juga tidak jelas di Arsenal adalah Jack Wilshere. Kontraknya akan selesai 2018 dan saat ini dia berstatus pemain pinjaman di Bournemouth.

Sementara David Ospina kini sedang mencari klub baru dan Petr Cech juga frustrasi karena menjadi pemain cadangan saat Liga Champions.