Bos Red Bull Leipzig, Oliver Mintzlaff, menanggapi santai soal kemungkinan larangan Leipzig dan Red Bull Salzburg main bareng di Liga Champions musim depan.

Leipzig dan Salzburg merupakan dua klub yang dikelola oleh perusahaan minuman berenergi, Red Bull. Namun, keduanya tidak berkompetisi di ruang lingkup yang sama.

Leipzig berasal dari Jerman dan mereka saat ini duduk di posisi dua klasemen Bundesliga Jerman. Sementara itu, Salzburg berada di puncak klasemen Liga Austria.

Jika keduanya mampu melindungi posisi itu hingga akhir musim maka Leipzig dan Salzburg kemungkinan bakal main bareng di fase grup Liga Champions.

Nah, peraturan UEFA sendiri melarang adanya dua klub yang dimiliki oleh satu sponsor, organisasi, atau orang yang sama terlibat dalam kompetisi yang sama.

Maka dari itu ada potensi bahwa salah satu dari Leipzig atau Salzburg harus mengalah untuk tidak tampil di Liga Champions musim depan (menurut aturan UEFA dilihat siapa yang paling rendah urutan akhirnya di liga). Secara potensi pendapatan dan juga gengsi tentunya ini sangat merugikan.

Meski demikian, kubu Red Bull sendiri tak memusingkan itu dan fokus menjalani sisa musim 2016/2017 ini.

“Di RB Leipzig, sama sekali tidak ada rasa khawatir dan juga belum ada sinyal larangan dari UEFA,” CEO Leipzig yang juga Kepala Bidang Sepakbola Globa di Red Null, Oliver Mintzlaff, seperti dikutip Soccernet.

“Jika kami bisa lolos ke kompetisi Eropa, maka tidak diragukan lagi bahwa kami akan bermain di level internasional musim depan,” sambungnya.

SHARE