Liverpool: Awan duka menyelimuti salah satu klub raksasa Inggris, Liverpool. Mantan kapten dan pelatih mereka, Ronnie Moran, dikabarkan meninggal dunia tepat pada hari ini, Rabu 22 Maret.

Moran mengembuskan nafas terakhir di usia 83 tahun. Anaknya yang bernama Paul mengabarkan lewat Twitter bahwa Moran wafat setelah mengalami penyakit singkat. Ketika berstatus sebagai pemain pada 1952 hingga 1968, Moran dimainkan sebagai bek kiri sebanyak 379 pertandingan. Ia bergabung pertama kali dengan Liverpool pada 1949 atau ketika berusia 15 tahun.

Penampilan apiknya berhasil membuat Liverpool dipromosikan tampil di kompetisi Divisi Pertama pada musim 1961–1962. Setelah itu, Moran  menjadi sosok penting atas dua gelar juara Divisi Pertama yang disabet Liverpool pada musim 1963–1964 dan musim 1965–1966.

Setelah gantung sepatu di akhir musim 1968–1969, Moran langsung diangkat menjadi salah satu staf pelatih Bill Shankly. Sejak saat itu, ia  menyokong kekuatan Liverpool dari balik layar hingga akhirnya benar-benar pensiun pada 1998. Selain menjadi staf pelatih, Moran juga sempat dipercaya menjadi caretaker klub sebanyak dua kali. Kesempatan itu didapat saat Kenny Dalglish melepas jabatannnya sebagai pelatih Liverpool (1991) dan Graeme Souness harus absen karena operasi jantung (1992).

Liverpool cukup terpukul ketika mengetahui Moran tiada. Mulai dari pihak klub, pemain yang masih aktif, hingga pelatih, terpantau tidak ada yang ketinggalan melayangkan ungkapan belasungkawa. Menariknya, ungkapan tersebut disampaikan dengan pengalaman pribadi masing-masing.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson mengatakan Moran merupakan sosok yang ramah dan membumi. Meski tidak dilatih secara langsung, Henderson mengaku pernah berbincang dengan Moran.

“Saya kurang beruntung tidak bisa bekerja secara langsung dengan Ronnie. Meski begitu, nasib saya masih cukup baik karena bisa berbincang dengannya di Melwood sambil latihan. Penghargaan terbaik untuk Moran saat ini adalah memberikan segalanya untuk Liverpool sama seperti yang dia lakukan ketika 49 tahun berada di sini,” ujar Henderson.

Mengetahui kabar duka tersebut, mantan bek ternama Liverpool Jamie Carragher langsung memajang foto kebersamaan dengan Moran di Twitter. Carragher mengaku tak akan pernah menjadi bek tangguh jika tidak mendapat nasihat dari Moran.

“Dia lah orang pertama yang menganjurkan menjadi bek tengah ketika saya masih berusia 18 tahun. Selain dia, tidak ada orang lain yang memberi masukan seperti itu,” tulis Carragher dalam keterangan fotonya.

Mantan mesin gol Liverpool Michael Owen juga tidak ketinggalan mengucap bela sungkawa. Dituturkan Owen lewat Twitter, Moran adalah bagian dari sejarah kesuksesan Liverpool.

“Sangat sedih ketika mengetahui Ronnie Moran meninggal dunia pada malam tadi. Dia tokoh yang benar-benar penting di sepanjang sejarah kesuksesan Liverpool,” cuit Owen.

Sementara itu, pelatih Liverpool Jurgen Klopp langsung menginstruksikan anak-anak asuhnya berhenti latihan ketika mengetahui kabar duka tersebut. Seluruh pemain dan staf di ajak membuat lingkaran di tengah lapangan agar sesi mengheningkan cipta lebih khusyuk.

“Ini adalah hari yang sedih. Saya mendapat kehormatan berjumpa dengan Moran pada final Piala Liga sekitar akhir tahun lalu. Meski saya tidak berasal dari Liverpool dan Inggris, saya merasa terhormat bisa bertemu dengannya. Saya sedikit terbantu ketika mendengar cerita luar biasa darinya. Sungguh menyenangkan bisa bertemu dengan Moran,” ujar Kloop.

Hingga saat ini, Skuat Liverpool masih berada di Tenerife untuk berlatih sambil membiasakan diri dengan cuaca hangat. Pertandingan terdekat mereka adalah menghadapi Everton di Liga Primer Inggris pada Sabtu 1 April mendatang.

SHARE