Barcelona – Usai kekalahan 0-4 di Parc de Princess pada leg pertama 16 besar, banyak yang memprediksi Barcelona “sudah” tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Maklum, ini menjadi kekalahan terbesar Barca. Dan, kekalahan besar itu pula yang menjadi salah satu penyulut Pelatih Luis Enrique memutuskan meninggalkan Barcelona di akhir musim ini. Barca memang berada di titik terendah usai kekalahan besar itu. Meski demikian, keyakinan tetap dimiliki skuat Barca untuk lolos.

Masih ada leg kedua, apalagi bermain di kandang sendiri. Dan, keyakinan itu dijawab Lionel Messi dan kawan-kawan dengan kemenangan 6-1. Enam gol Barca di Nou Camp dicetak Luis Suarez (3), gol bunuh diri L Kuzawa (40), Lionel Messi (penalti 50), dua gol Neymar (88 dan 90) dan gol Sergi Roberto di masa injury time.

PSG sempat menyulitkan Barca setelah Edinson Cavani mencetak gol di menit 62.

Dan, sejarah yang dicetak Barca mendapat apresiasi dari sang Presiden klub Josep Maria Bartomeu.

“Ini adalah pencapaian bersejarah yang akan selalu diingat,” singkat sang presiden.

Ya, meski belum menjadi juara namun Barca sudah menciptakan sebuah sejarah baru. Sebelumnya belum pernah ada tim yang mampu membalikkan defisit empat gol tanpa balas di pertemuan pertama.

Barca juga melawan trauma mereka di musim 2012/13. Ketika itu Barca juga menelan kekalahan 0-4 di leg pertama babak semifinal melawan Bayern Muenchen. Dan, mereka gagal membalikkan situasi setelah kembali menelan kekalahan 3-0 di leg kedua.

Dan, sukses ini menghindari Barca dari terulangnya kegagalannya di babak 16 besar Liga Champions, terjadi pada musim 2006/07 silam. Ketika itu Ronaldinho cs disingkirkan Liverpool akibat kalah gol tandang, dalam agregat sama kuat 2-2. Setelah itu mereka tiga kali jadi kampiun, empat kali terhenti di semi-final, dan dua kali tersingkir di perempat-final.